Senin, 15 April 2019

Rangkuman PAI Bab14 Hidup Sehat dengan Makanan dan Minuman yang Halal serta Bergizi

Bab 14
Hidup Sehat dengan Makanan dan Minuman yang Halal serta Bergizi

1) Membaca Q.S an-Nal/16:114
     Brisi tentang perintah memakan makanan yang halal dan baik.
2) Memahami Tajwid: Tafkhim dan
     Tarqiq
     Hukum bacaan tafkhim dan tarqiq dibagi menjadi dua yaitu: hukum bacaan lam dan ra'.
     Kedua macam hukum dapat diuraikan:
1) Hukum bacaan lam pada lafzul jalalah
     Huruf lam pada lafaz Allah disebut lam jalalah, jika dibaca tafkhim (tebal) bila didahului harakat fathah atau dummah., jika di baca tarqiq (tipis) apabila lafaz Allah didahului harakat kasrah.
2) Hukum bacaan Ra'
     Huruf ra dibaca tafkhim (tebal) apabila:
a) ra berharakat fathah atau fathah Tain
b) ra berharakat dhomah atau dhommah tain
c) ra sukun didahului huruf berharakat fathah
d) ra sukun didahului huruf berharakat dhomah
     Huruf ra dibaca tarqiq (tipis) apabila:
a) ra berharakat kasrah atau kasrah Tain
b) berharakat yang didahului oleh Ya Sukun.
3) Pesan pesan mulya dalam Q. Sama An-        Nahl/16: 114 
      Mengandung pesan yakni perintah untuk memakan makanan halal lagi baik, serta mensyukuri nikmat Allah SWT.
     Dalam ayat ini Allah menyuruh umat islam untuk memakan makanan dan mengkonsumsi minuman yang halal dan baik. Halal disini dapat ditinjau dari 3 hal yaitu halal zatnya, proses mengolahnya, dan halal cara mendapatkannya.      Sedangkan makanan yang baik adalah makanan yang memiliki kandungan gizi dan nutrisi yang cukup sehingga bermanfaat bagi tubuh.
     Dampak negatif mengkonsumsi makanan dan minuman yang haram dapat menimbulkan penyakit fisik maupun jiwa, membuat doa tidak terkabul dan malas beribadah. .
4. Mengamalkan dan membiasakan akhlak mulia dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal 
     Maka tubuh akan menjadi sehat, rajin  beribadah, mendapat ridha Allah .

Minggu, 14 April 2019

Rangkuman PAI Bab8 Meneladani sifat-sifat Mulia para rasul Allah SWT

BAB 8
Meneladani Sifat-Sifat Mulia Para Rasul Allah Swt.

1.Pengertian Iman Kepada Rosul
     Yaitu menyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah telah mengutus para rasul-Nya untuk menyampaikan wahyu kepada umat-Nya., untuk memberikan petunjuk bagi manusia ke jalan yang lurus. 
  Sebagaimana firman Allah dalam Q.S Ali-Imran/3:164. Memberikan penjelasan bahwa Allah mengutus rasul dari kalangan manusia sehingga dapat diteladani.
2.Tugas Para Rasul
    a).Pemabawa ajaran tauhid yang benar, 
    b).Pembawa kabar gembira 
    c).Pemberi peringatan
    d).Membina kehidupan manusia agar             menerapkan akhlak yang mulia.
3.Sifat Para Rasul
   1) Sifat Wajib
       a) Sidiq, benar
       b) Amanah, dapat dipercaya
       c) Tablig, menyampaikan
       d) Fatanah, cerdas.
   2) Sifat Mustahil
       a) Kazib, dusta
       b) Khianat, tak dapat dipercaya
       c) Kitman, menyembunyikan
       d) Baladah, bodoh.
   3) Sifat Jaiz
       Aradul Basyariyah, bersifat dan berperilaku sebagaimana kebiasaan manusia pada umumnya, sprti makan, minum, haus, lapar, letih, dsb.
4. Para Rasul Allah
• Nabi Adam a.s
• Nabi Idris a.s
• Nabi Nuh a.s
• Nabi Hud a.s
• Nabi Shaleh a.s
• Nabi Ibrahim a.s
• Nabi Luth a.s
• Nabi Ismail a.s
• Nabi Ishaq a.s
• Nabi Ya’qub a.s
• Nabi Yahya a.s
• Nabi Ayub a.s
• Nabi Syuaib a.s
• Nabi Musa a.s
• Nabi Harun a.s
• Nabi Zulkifli a s
• Nabi Daud a.s
• Nabi Sulaiman a.s
• Nabi Ilyas a.s
• Nabi Ilyas a.s
• Nabi Yunus a.s
• Nabi Zakaria a.s
• Nabi Yahya a s
• Nabi Isa a.su
• Nabi Muhammad SAW
5. Rasul Ulul Azmi
     Orang-orang yang memiliki keteguhan hati dalam menghadapi cobaan dari Allah SWT
a) Nabi Nuh a. S
b) Nabi Ibrahim a. S
c) Nabi Musa a. S
d) Nabi Isa a.s
e) Nabi Muhammad Saw
     Para Rasul Ulul Azmi diberikan Mujizat (keimampuan luar biasa)  oleh Allah agar umatNya  percaya bahwa dirinya adalah seseorang Rasul pilihan Allah
6. Hikmah beriman kepada Rasul Allah   a) Meneladani Sifat-sifat miliar Nabi dan Rasul   b) Senantiasa menjaga keimanan
 c) Meningkatkan keimanan dan ketakwaan       d) Patuh dan taat dalam melaksanakan perintah Allah swt.




   
    
    



Rangkuman PAI Bab12 Mengonsumsi Makanan dan Minuman yang Halal dan Menjauhi yang Haram

Bab 12
Mengkonsumsi Makanan dan Minuman yang Halal dan Menjauhi yang Haram

1) Makanan Halal
      Yaitu makanan yang boleh dimakan menurut syariat Islam, dan memenuhi dua syarat yaitu:
a) Halal, dibolehkan berdasarkan syariat Islam
b) Tayyib, baik,mengandung nutrisi,bergizi dan menyehatkan
Sesuai dalam perintah Allah dalam Q.S Al Maidah/5:88
     Makanan dan minuman harus halalan toyyiban yaitu halal dan baik yang meliputi tiga kriteria:
a) halal dari wujud zat makanannya
b) halal dari cara mendapatkannya
c) halal dalam proses pengolahannya
     Jenis-Jenis makanan halal menurut wujudnya
1) makanan yang disebut halal oleh Allah dan rasulnya
2) makanan yang tidak kotor dan menjijikan
3) makanan yang tidak mendatangkan mudharat.
2. Makanan haram
     a) Dalam Q.S Al Maidah/5:3 ,
       - bangkai
       - darah 
       - daging babi 
       - daging hewan yang disembelih bukan atas nama Allah 
       - hewan yang mati karena tercekik, dipukul, terjatuh, di tanduk hewan lain, diterkam binatang buas, hewan yang disembelih untuk Berhala.
     b) semua jenis makanan yang mendatangkan mudarat atau bahaya terhadap kesehatan tubuh.
     c) semua jenis makanan yang kotor dan menjijikan (khobais)
    d) makanan yang didapatkan dengan cara batil
3. Minuman halal 
     Minuman yang boleh diminum menurut syariat Islam.
     Jenis-jenis minuman halal
a) tidak memabukkan
b) tidak mendatangkan mudharat
c) tidak najis
d) didapatkan dengan cara halal
4. Minuman haram
     Jenis-jenis minuman haram yaitu setiap minuman yang memabukkan atau Khamr
a) minuman yang berasal dari benda najis atau yang terkena najis
b) minuman yang didapatkan secara batil
5. Manfaat mengkonsumsi makanan dan minuman halal
a) mendapat ridho Allah
b) memiliki akhlakul karimah
c) terjaga kesehatannya
6 akibat buruk dari makanan dan minuman haram
a) amal ibadahnya tidak akan diterima
b) merusak jiwa
   1) menyebabkan penyakit psikologis
   2) menimbulkan beban mental
   3) menimbulkan beban penderitaan berkepanjangan
c) mengganggu kesehatan tubuh
d) menghalangi mengingat Allah Swt.




Rangkuman PAI Bab9 Hormat patuh kepada orang tua dan guru

Bab 9
Hormat dan Patuh kepada Orang Tua dan Guru

1.Hormat dan Patuh kepada Orang Tua
    Setiap anak diwajibkan untuk berbuat baik kepada kedua orang tua (Birrul Walidain) artinya berbakti kepada kedua orang tua.
    Kewajiban menghormati dan mematuhi kedua orang tua ada dalam Q.S an-nisa/4:6
    Uququl Walidain yaitu perilaku durhaka kepada orang tua.
    Cara mematuhi dan menghormati kedua orang tua ketika masih ada:
1) mendengarkan semua perkataannya dengan penuh rasa hormat dan rendah hati
2)  membantu pekerjaan yang dapat meringankan beban orang tua
3) senantiasa meminta doa restu
    Cara menghormati dan mematuhi kedua orang tua ketika sudah meninggal:
1) menyambung tali silaturahmi dengan kerabat dan sahabat orang tua
2) Lanjutkan cita-cita orang tua
3) mendoakannya
2.Hormat Patuh kepada Guru
    Cara menghormati dan mematuhi guru:
1) menyapa dan mengucapkan salam saat bertemu
2)  mendengarkan dan menyimak dengan baik perkataannya
3)  mengikuti pelajarannya dengan penuh semangat
4) memandang guru dengan penuh rasa hormat ta'dzim
5) duduk di hadapan guru dengan sopan dan tenang.
     

Rangkuman PAI Bab13 Pertumbuhan Ilmu Pengetahuan pada Masa Abbasiyah

Bab 13 Pertumbuahn Ilmu Pengetahuan pada Masa Abbasiyah       Pertumbuhan ilmu pengetahuan pada masa Abbasiyah      Kemajuan islam pada...