Sabtu, 11 Mei 2019

Rangkuman PAI Bab13 Pertumbuhan Ilmu Pengetahuan pada Masa Abbasiyah

Bab 13
Pertumbuahn Ilmu Pengetahuan pada Masa Abbasiyah

     Pertumbuhan ilmu pengetahuan pada masa Abbasiyah
     Kemajuan islam pada masa bani Abbasiyah
Daulah Abbasiyah didirikan oleh abdullah al-saffah pada tahun 132H/720 M.Daulah Abbasiyah merupakan kelanjutan dari pemerintahan daulah ummayah yang telah hancur di damaskus.
     Kemajuan yang di capai tidak hanya mencakup kepentingan sosial saja,tetapi juga peradaban di semua aspek kehidupan.
     Hikmah mempelajari sejarah pertumbuhan ilmu pada masa daulah Abbasiyah: meningkatkan keimanan kepada Alloh SWT,dengan melaksanakan segala perintahnya dan menjauhi larangan nya,menumbuhkan semangat menuntut ilmu baik ilmu agama maupun ilmu dunia seperti yang telah di contohkan oleh para cendekiawan islam.

Jumat, 10 Mei 2019

Mind Mapping Syarat Makanan dan Minuman halal dan haram


Rangkuman PAI Bab11 Ibadah Puasa Membentuk Pribadi Bertakwa

Bab 11
Ibadah Puasa Membentuk Pribadi Bertakwa

     Puasa berasal dari kata "saumu"  (menahan diri dari segala sesuatu). Arti puasa dalam istilah adalah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar sampai tenggelamnya matahari. Dengan niat dan syariat sebagai firman Allah dalam Q.S Al-Baqarah/2: ayat 187.
     Setiap orang yang percaya kepada Allah., diwajibkan berpuasa di bulan Ramadhan. Sbgaimana firman Allah. dalam Q.S Al-baqarah/2: ayat 183
1. Puasa Wajib
     Dilaksanakan setiap umat Islam yang sudah baligh. apabila ditinggalkan mendapatkan dosa.
     Puasa wajib ada 4 macam:
a.Puasa Ramadhan
     Dilaksanakan pada bulan Ramadan. mulai diperintahkan pada tahun ke2 Hijriyah, setelah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah. hukumnya fardhu'ain karena itu, jangan meninggalkan puasa Ramadan tanpa ada halangan yang dibenarkan menurut syariat. jika Iya, maka kita wajib menggantikannya pada hari lain.
1) Syariat wajib puasa
   a. Berakal sehat 
   b. Baligh, dan
   c. Mampu berpuasa.
2) Syarat sah Puasa
   a. Beragama Islam
   b. Mumayiz, bisa membedakan mana            yang baik dan yang buruk
   c. Dalam waktu yang diperbolehkan.
3) Rukun Puasa
   a. Niat untuk puasa
   b. Menahan diri dari segala yang                    membatalkan puasa dari terbit fajar          hingga terbenam matahari
4) Hal yang membatalkan puasa
   a. Makan dan minum sengaja
   b. Muntah sengaja
   c. Berhubungan suami istri
   d. Keluar darah haid/nifas 
   e. Gila/ sakit jiwa
   f. Keluar cairan mani
5) Hal yang disunahkan dalam puasa
   a. Berdoa ketika berbuka puasa
   b. Memperbanyak sedekah
   c. Shalat malam, termasuk taraweh
   d. Tadarus
6) Hal yang mengurangi Pahala Puasa
      Semua hal perbuatan yang dilarang Islam,seperti membicarakan kejelekan orang lain, berbohong, dan melakukan perbuatan tercela.
7) Orang yang boleh berbuka puasa pada      bulan puasa
   a. Yang sedang sakit, atau tidak kuat
   b. Dalam perjalanan jauh
   c. Orang tua yang lemah dan tidak kuat         berpuasa
b.Puasa Nazar
     Adalah puasa yang dilakukan karena mempunyai Nazar (janji kebaikan yang pernah diucapkan ketika keinginan atau cita-cita nya terpenuhi).
     Adapun hukum puasa nazar adalah wajib dilaksanakan sebagaimana firman Allah dalam Q.S Al-Insan/76:7.
c.Puasa Qada
     Adalah puasa untuk menggantikan kewajiban sesudah lewat waktunya. Seperti karena sedang haid berkewajiban mengganti puasa tersebut sesuai seberapa banyak hal yang ditinggalkan.
     Batas waktu untuk mengqada puasanya adalah sampai dengan bulan puasa berikutnya. Jika tidak,wajib membayar fidyah.
d.Puasa Kifarat
     Yaitu puasa yang wajib dikerjakan karena melanggar suatu aturan yang ditentukan, Apabila terjadi hal berikut :
1) Tidak mampu memenuhi nazar.
2) Berkumpul dengan istri pada siang             hari di bulan Ramadhan. wajib                   melaksanakan puasa Selama 2 bulan         berturut-turut  
3) Membunuh secara tidak sengaja
4) Melakukan zihar kepada istrinya                (menyamakan istri dengan ibunya).
5) Mencukur rambut ketika Ihram
6) Berburu ketika Ihram
7) Mengerjakan haji dan Umrah dengan         cara tamattu' atau qiran.
2. Puasa Sunah
       puasa yang Sunnah untuk dilaksanakan.
a. Puasa syawal
     Dilaksanakan pada 2syawal. ada 6 hari. boleh dilaksanakan berturut-turut atau berselang-seling seperti dalam Hadits jamaah kecuali Bukhari dan Nasa'i.
b. Puasa Arafah
     Dilaksanakan ketika melaksanakan Haji sedang wukuf di Padang Arafah. Puasa Arafah bisa menghapus dosa selama 2 tahun, yaitu 1 tahun yang lalu dan 1 tahun yang akan datang.
c. Puasa senin-kamis
     Sebagaimana (H.R Ahmad dan at-Tirmidzi
3. Waktu yang diharamkan untuk puasa
a) hari raya Idul Fitri dan Idul Adha
b) hari tasyrik, tanggal 11,12,13 Hijriyah
c) hari yang diragukan (Apakah sudah          tanggal 1 Ramadan atau belum)
4. Hikmah Berpuasa
a) meningkatkan iman dan taqwa serta         rajin bersyukur kepada Allah SWT
b) menumbuhkan rasa Solidaritas
c) melatih dan mendidik kesabaran                dalam kehidupan sehari-hari
d) dapat mengendalikan hawa nafsu dari       segala yang membatalkan puasa
e) mendidik diri sendiri untuk bersifat          Sidiq
f) memberikan waktu istirahat bagi                organ yang ada di tubuh kita.
     

Rangkuman PAI Bab10 Menghiasi Pribadi dengan Berbaik Sangka dan Beramal Shaleh

Bab 10
Menghiasi Pribadi dengan Berbaik Sangka dan Beramal Shaleh

1.Memahami Amal Shaleh
       Pengertian amal shaleh, Q.S Al-Ashr/103:2-3. Mengajarkan bahwa sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. kecuali melakukan:
1). Beriman kepada Allah SWT
2). Beramal sholeh
3). Saling menasehati
       Kata amal Soleh dari kata "amilus" (segala perbuatan yang bermanfaat bagi dirinya atau orang lain sesuai dengan akar rasional al-quran serta as-sunnah). Harus dibuktikan dengan amal sholeh,dan amal saleh harus dilandasi dengan keimanan yang benar.
       Kebalikan dari amal saleh yaitu sayyi'ah, ya itu Ama yang mendatangkan mudarat bagi pelakunya maupun orang lain. Setiap amal akan ada balasannya yang adil dari Allah SWT seperti dalam Q.S Al-Zalzalah/99: ayat 7-8.
       Suatu amal saleh akan sah jika memenuhi syarat:
a. Amal shaleh dilaksanakan dengan mengetahui ilmunya
b. Amal shaleh dilaksanakan dengan niat ikhlas karena Allah
c. Amal shaleh dilaksanakan dengan sesuai petunjuk Al-Qur'an dan hadist
       Ada 3 macam amal saleh:
1) amal sholeh terhadap Allah.,dengan menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya
2) amal saleh terhadap manusia, menjalankan hak dan kewajiban sesama manusia. Contoh: senyum, ramah, tutur kata sopan, menolong kaum Daffa, dll.
3) terhadap lingkungan sekitar, dengan menjaga kelestarian alam, buang sampah pada tempatnya, melakukan penghijauan, dan lain-lain.
       Amal sholeh kebajikan (amal jariyah), perbuatan kebajikan yang dilakukan ikhlas. dengan mengharapkan Ridha Allah SWT., dan mendatangkan pahala bagi pelakunya. Meskipun sudah meninggal, pahala Jariyah akan mengalir selama orang yang masih hidup dapat memanfaatkan hasil kebajikan yang ia tinggalkan di dunia.
2. Manfaat Beramal Shaleh
  • Diberi ampunan dan besar
  • Diberi tambah petunjuk
  • Diberi kehidupan yang baik dan layak
  • Dijauhkan dari kerugian dunia akhirat
3. Berbaik Sangka (Husnuzon)
       Merupakan perilaku terpuji. lawan husnudzon adalah su'uzon atau buruk sangka. Allah melarang kita berburuk sangka sebagaimana Firman-Nya dalam Q.S Al-Hujarat/49: ayat 12.
       Berbaik sangka ada 3 macam
1) Berbaik sangka kepada Allah SWT
      Senantiasa bersyukur atas semua nikmat nya dan sabar dengan segala cobaan
2) Berbaik sangka kepada diri sendiri
      Percaya diri optimis dan bekerja keras
3) Berbaik sangka kepada orang lain
      Berlaku sopan, santun , saling menghormati, dan menyayangi.
4. Manfaat Berbaik Sangka
  • Hidup tenang dan optimis
  • Mendapat Hikmah di segala penderitaan dan kegagalan
  • Menjadi tangguh dan Teguh pendirian
  • Menjadi kreatif dan tidak mudah putus asa
  • Senantiasa senang dan bahagia.

Senin, 15 April 2019

Rangkuman PAI Bab14 Hidup Sehat dengan Makanan dan Minuman yang Halal serta Bergizi

Bab 14
Hidup Sehat dengan Makanan dan Minuman yang Halal serta Bergizi

1) Membaca Q.S an-Nal/16:114
     Brisi tentang perintah memakan makanan yang halal dan baik.
2) Memahami Tajwid: Tafkhim dan
     Tarqiq
     Hukum bacaan tafkhim dan tarqiq dibagi menjadi dua yaitu: hukum bacaan lam dan ra'.
     Kedua macam hukum dapat diuraikan:
1) Hukum bacaan lam pada lafzul jalalah
     Huruf lam pada lafaz Allah disebut lam jalalah, jika dibaca tafkhim (tebal) bila didahului harakat fathah atau dummah., jika di baca tarqiq (tipis) apabila lafaz Allah didahului harakat kasrah.
2) Hukum bacaan Ra'
     Huruf ra dibaca tafkhim (tebal) apabila:
a) ra berharakat fathah atau fathah Tain
b) ra berharakat dhomah atau dhommah tain
c) ra sukun didahului huruf berharakat fathah
d) ra sukun didahului huruf berharakat dhomah
     Huruf ra dibaca tarqiq (tipis) apabila:
a) ra berharakat kasrah atau kasrah Tain
b) berharakat yang didahului oleh Ya Sukun.
3) Pesan pesan mulya dalam Q. Sama An-        Nahl/16: 114 
      Mengandung pesan yakni perintah untuk memakan makanan halal lagi baik, serta mensyukuri nikmat Allah SWT.
     Dalam ayat ini Allah menyuruh umat islam untuk memakan makanan dan mengkonsumsi minuman yang halal dan baik. Halal disini dapat ditinjau dari 3 hal yaitu halal zatnya, proses mengolahnya, dan halal cara mendapatkannya.      Sedangkan makanan yang baik adalah makanan yang memiliki kandungan gizi dan nutrisi yang cukup sehingga bermanfaat bagi tubuh.
     Dampak negatif mengkonsumsi makanan dan minuman yang haram dapat menimbulkan penyakit fisik maupun jiwa, membuat doa tidak terkabul dan malas beribadah. .
4. Mengamalkan dan membiasakan akhlak mulia dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal 
     Maka tubuh akan menjadi sehat, rajin  beribadah, mendapat ridha Allah .

Minggu, 14 April 2019

Rangkuman PAI Bab8 Meneladani sifat-sifat Mulia para rasul Allah SWT

BAB 8
Meneladani Sifat-Sifat Mulia Para Rasul Allah Swt.

1.Pengertian Iman Kepada Rosul
     Yaitu menyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah telah mengutus para rasul-Nya untuk menyampaikan wahyu kepada umat-Nya., untuk memberikan petunjuk bagi manusia ke jalan yang lurus. 
  Sebagaimana firman Allah dalam Q.S Ali-Imran/3:164. Memberikan penjelasan bahwa Allah mengutus rasul dari kalangan manusia sehingga dapat diteladani.
2.Tugas Para Rasul
    a).Pemabawa ajaran tauhid yang benar, 
    b).Pembawa kabar gembira 
    c).Pemberi peringatan
    d).Membina kehidupan manusia agar             menerapkan akhlak yang mulia.
3.Sifat Para Rasul
   1) Sifat Wajib
       a) Sidiq, benar
       b) Amanah, dapat dipercaya
       c) Tablig, menyampaikan
       d) Fatanah, cerdas.
   2) Sifat Mustahil
       a) Kazib, dusta
       b) Khianat, tak dapat dipercaya
       c) Kitman, menyembunyikan
       d) Baladah, bodoh.
   3) Sifat Jaiz
       Aradul Basyariyah, bersifat dan berperilaku sebagaimana kebiasaan manusia pada umumnya, sprti makan, minum, haus, lapar, letih, dsb.
4. Para Rasul Allah
• Nabi Adam a.s
• Nabi Idris a.s
• Nabi Nuh a.s
• Nabi Hud a.s
• Nabi Shaleh a.s
• Nabi Ibrahim a.s
• Nabi Luth a.s
• Nabi Ismail a.s
• Nabi Ishaq a.s
• Nabi Ya’qub a.s
• Nabi Yahya a.s
• Nabi Ayub a.s
• Nabi Syuaib a.s
• Nabi Musa a.s
• Nabi Harun a.s
• Nabi Zulkifli a s
• Nabi Daud a.s
• Nabi Sulaiman a.s
• Nabi Ilyas a.s
• Nabi Ilyas a.s
• Nabi Yunus a.s
• Nabi Zakaria a.s
• Nabi Yahya a s
• Nabi Isa a.su
• Nabi Muhammad SAW
5. Rasul Ulul Azmi
     Orang-orang yang memiliki keteguhan hati dalam menghadapi cobaan dari Allah SWT
a) Nabi Nuh a. S
b) Nabi Ibrahim a. S
c) Nabi Musa a. S
d) Nabi Isa a.s
e) Nabi Muhammad Saw
     Para Rasul Ulul Azmi diberikan Mujizat (keimampuan luar biasa)  oleh Allah agar umatNya  percaya bahwa dirinya adalah seseorang Rasul pilihan Allah
6. Hikmah beriman kepada Rasul Allah   a) Meneladani Sifat-sifat miliar Nabi dan Rasul   b) Senantiasa menjaga keimanan
 c) Meningkatkan keimanan dan ketakwaan       d) Patuh dan taat dalam melaksanakan perintah Allah swt.




   
    
    



Rangkuman PAI Bab12 Mengonsumsi Makanan dan Minuman yang Halal dan Menjauhi yang Haram

Bab 12
Mengkonsumsi Makanan dan Minuman yang Halal dan Menjauhi yang Haram

1) Makanan Halal
      Yaitu makanan yang boleh dimakan menurut syariat Islam, dan memenuhi dua syarat yaitu:
a) Halal, dibolehkan berdasarkan syariat Islam
b) Tayyib, baik,mengandung nutrisi,bergizi dan menyehatkan
Sesuai dalam perintah Allah dalam Q.S Al Maidah/5:88
     Makanan dan minuman harus halalan toyyiban yaitu halal dan baik yang meliputi tiga kriteria:
a) halal dari wujud zat makanannya
b) halal dari cara mendapatkannya
c) halal dalam proses pengolahannya
     Jenis-Jenis makanan halal menurut wujudnya
1) makanan yang disebut halal oleh Allah dan rasulnya
2) makanan yang tidak kotor dan menjijikan
3) makanan yang tidak mendatangkan mudharat.
2. Makanan haram
     a) Dalam Q.S Al Maidah/5:3 ,
       - bangkai
       - darah 
       - daging babi 
       - daging hewan yang disembelih bukan atas nama Allah 
       - hewan yang mati karena tercekik, dipukul, terjatuh, di tanduk hewan lain, diterkam binatang buas, hewan yang disembelih untuk Berhala.
     b) semua jenis makanan yang mendatangkan mudarat atau bahaya terhadap kesehatan tubuh.
     c) semua jenis makanan yang kotor dan menjijikan (khobais)
    d) makanan yang didapatkan dengan cara batil
3. Minuman halal 
     Minuman yang boleh diminum menurut syariat Islam.
     Jenis-jenis minuman halal
a) tidak memabukkan
b) tidak mendatangkan mudharat
c) tidak najis
d) didapatkan dengan cara halal
4. Minuman haram
     Jenis-jenis minuman haram yaitu setiap minuman yang memabukkan atau Khamr
a) minuman yang berasal dari benda najis atau yang terkena najis
b) minuman yang didapatkan secara batil
5. Manfaat mengkonsumsi makanan dan minuman halal
a) mendapat ridho Allah
b) memiliki akhlakul karimah
c) terjaga kesehatannya
6 akibat buruk dari makanan dan minuman haram
a) amal ibadahnya tidak akan diterima
b) merusak jiwa
   1) menyebabkan penyakit psikologis
   2) menimbulkan beban mental
   3) menimbulkan beban penderitaan berkepanjangan
c) mengganggu kesehatan tubuh
d) menghalangi mengingat Allah Swt.




Rangkuman PAI Bab13 Pertumbuhan Ilmu Pengetahuan pada Masa Abbasiyah

Bab 13 Pertumbuahn Ilmu Pengetahuan pada Masa Abbasiyah       Pertumbuhan ilmu pengetahuan pada masa Abbasiyah      Kemajuan islam pada...